DIRGAHAYU DHARMA AYU KE 483

INDRAMAYU ULANG TAHUN KE 483

Perjalanan waktu menghantarkan kabupaten Indramayu masuk dalam tatanan Relegius, Maju, Mandiri dan Sejahtera. Visi yang diamanahkan kepada pemerintah kabupaten ini merupakan ejawantah dari pesan dan wasiat leluhur pendiri Indramayu Rd. Arya Wiralodra:

Darma Ayu mulih harja

Tan ana sawiji-wiji

Partelane yen ana taksaka nyabrang

Kali Cimanuk pernahnya

Sumur kejayan dres mili

Dilupak murub tanpa patra

Sedaya pan mukti mali

Somahan lawan prajurit

Rowan kaliyan priyagung

Samiya tentrem atinya

Sedaya harja tumuli

Ing sakehing negara pada raharja

Indramayu mulih harja merupakan cita-cita yang harus menjadi paradigma berfikir semua yang mendapatkkan amanah dang tangungjawab menjadi pemimpin Indramayu. Terlepas laki-laki atau perempuan yang menjadi pemimpin bukan persoalan tetapi niat yang tulus dan teguh untuk memajukan Indramayu menjadi prioritas utama.

Masyarakat Indramayu melalui media demokrasai telah memilh pemimpn yang baru peridode 2010-2015 yang dimenangkan oleh pasangan ANDI yaitu Ibu Hj. Ana Shopana dengan H, Supendi menjadi Bupati dan wakil bupati Indramayu yang baru.

Pada ulang tahun, hari jadi Indramayu tanggal 7 Oktober 2010 kemarin disamping dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, pasar malam, pawai pembangnan, kirab pusaka, tanggapana huburan rakyat, istighosah di masing-masing kecanmatan juga diadakan dzkir akbar bersama mubaligh muda H, Arifin Ilham dan qori Internasioanal. H, Muammar ZA di alun-alun pendopo Indramayu.

H. Arifin Ilham mengingatkan bahwa kehidupan manusia itu tidak lama, semuna akan kembali kepada Yang memiliki manusia yiaitu Allah Subhanahu wa ta’ala. Kematian merupakan taqdir dan irodah Allah yang tidak bisa diceha, maka berbekal semenjak dini merupakan keniscayaan dalam hidup. Kita wajib memerpsiapakn bekal untuk kembali ke kampung akherat.

Dzikir dan muhasabah merupakan acara terakhir. Dengan gayanya yang khas beliau memimpin dengan sahdu, seolah alun-alun bersimbah kesadaran akan kehambaan yang dhoif, hamba yang banyak salah dan dosa, Istighfar, doa dan harapkan dipanjatkan untuk keselamatan keluarga, anak cucu dan masayarakat Indramayu menjadi kabuapetn yang gemah repeh rapi subur makmur kertaraharja, sehingga sinkron dengan cita-cita para pendiri Indramayu.

Pemimpin Indramayu yang perempuan semoga benar-benar ttisan Ny. Endanga Dharma yang mengisi Indramayu, bisa memajukan pembangunan dari berbagai macam aspek terutama Relegius yang menjadi tonggak dan pondasi segala macam nafas kehidupan manusia

SELAMAT ULANG TAHUN INDRAMAYU

DIRGAHAYU INDRAMAYU

MULUH HARJA INDRAMAYU

 

 

REFLEKSI KEILMUAN

ILMU PENGETAHUAN DALAM

PRESFEKTIF ISLAM

Disusun Oleh : Ibrohim

A. Pendahuluan

Lomba Kreatifitas

Komponen utama ajaran Islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits yang diejawantahkan dalam bentuk “ilmu” Aqidah, Syari’ah, Akhlak dan Sejarah.Perkataan Ilmu (pengetahuan tentang sesuatu) dalam berbagai bentuk dan variasi kalimatnya disebut sebanyak 845 kali. Karena banyak dan seringnya perkataan itu disebut dalam berbagai hubungan (konteks), dapatlah disimpulkan bahwa kedudukan ilmu sangat penting dan sentral dalam agama Islam.

Dipandang dari akar katanya “ilm” artinya kejelasan, semua ilmu yang disandarkan pada manusia mengandung arti kejelasan. Menurut al-Qur’an ilmu adalah suatu keistimewaan pada manusia yang menyebabkan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk lain. Ini tercermin, seperti pada kisah Nabi Adam waktu ditanya tentang nama-nama benda, Nabi Adam dapat menyebutkan nama-nama benda yang ditanyakan kepadanya, (Q.S : al-Baqarah : 30-38). Berdasarkan keterangan al-Qur’an tersebut; “sejak diciptakan manusia telah mempunyai potensi berilmu dan mengembangkan ilmunya dengan izin Allah.[1]

B. Kedudukan akal dan wahyu dalam Islam

Sebelum membicarakan akal dan wahyu, ada baiknya kalau dipahami dahulu arti kedudukan yang terdapat dalam subjudul butir ini. Kedudukan berasal dari kata duduk adalah tempat yang diduduki sesuatu dalam pola tertentu. Jika kita berbicara tentang kedudukan akal dan wahyu dalam Islam, yang dimaksud adalah tempat akal dan wahyu dalam sistem agama Islam. Dengan mengetahui kedudukannya, dapat pula diketahui peranannya adalah dua hal (akal dan wahyu) yang tidak mungkin dicerai-pisahkan.

Kata akal yang sudah menjadi kata Indonesia itu berasal dari bahasa Arab yaitu al-‘aql. Artinya “pikiran atau intelek-daya atau proses pikiran yang lebih tinggi berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Beberapa arti lain, diantaranya mengikat dan menahan, maka akar katanya adalah ikatan. Al-‘Aql juga mengandung arti mengerti, memahami dan berpikir”.[2] Para ahli filsafat dan ahli ilmu kalam mengartikan akal sebagai daya (kekuatan, tenaga) untuk memperoleh pengetahuan, daya yang membuat sesorang dapat membedakan antara dirinya dengan orang lain, daya untuk mengabstrakkan (menjadikan tidak berwujud) benda-benda yang ditangkap oleh panca indra.[3]

Kedudukan akal dalam Islam, seperti telah dibicarakan, menampung aqidah, syari’ah, akhlak, dan sejarah. Kita tidak pernah dapat memahami Islam tanpa mempergunakan akal. Dan dengan mempergunakan akalnya secara baik dan benar, sesuai dengan petunjuk Allah. Manusia merasa selalu terikat dan dengan sukarela, mengikat dirinya pada Allah. Manusia dapat berbuat, memahami dan mewujudkan sesuatu dengan mempergunakan akalnya. Karena posisinya demikian, dapatlah dipahami kalau dalam ajaran Islam ada ungkapan yang menyatakan  akal adalah kehidupan, hilang akal berarti kematian.[4] Namun, bagaimanapun kedudukan dan peranan akal dalam ajaran Islam, tidak boleh bergerak dan berjalan tanpa bimbingan wahyu. Wahyu itu yang membetulkan akal dalam gerak-geriknya kalau menjurus ke jalan yang nyata-nyata salah karena berbagai pengaruh. Karena itulah Allah menurunkan petunjukkan dalam bentuk wahyu.

Baca entri selengkapnya »

MAHABARATHA EPOS PSIKOLOGIS

EPOS BARATAYUDA

Gunungan dalah kelir kehidupan

Gunungan adalah kelir kehidupan

Baratayuda artinya perang antara darah Barata (yuda;perang). Pandawa dan Kurawa sesungguhnya masih segaris keturunan sama-sama berdarah Barata (Nyoman S. Pandit, Mahabharata, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004), hlm xi) maksudnya turunan Prabu Sentanu. Baratayuda adalah istilah yang dipakai di Indonesia untuk menyebut perang besar di Kurukshetra antara keluarga Pandawa melawan Korawa Perang saudara yang sangat melegenda dalam dunia wayang ini pada akhirnya membinasakan Kurawa. Jika mengingat Pandawa dan Kurawa sebagai lambang baik dan jahat maka sepertinya bisa dimengerti. Perang antara baik dan buruk adalah perang yang abadi dan selalu terjadi. Ketika ada kebaikan maka pastilah ada yang disebut sebagai kejahatan.

Perang ini merupakan klimaks dari kisah Mahabharata, yaitu sebuah wiracarita terkenal dari India. Istilah Baratayuda berasal dari kata Bharatayuddha, yaitu judul sebuah naskah kakawin berbahasa Jawa Kuna yang ditulis pada tahun 1157 oleh Mpu Sedah dan Empu Panuluh atas perintah Maharaja Jayabhaya, raja Kerajaan Kadiri 1135-1157 ( Sunardi DM, Baratayudha, (Jakarta: Balai Pustaka, 1997), hlm. 5)

Ki Dalam Fatamorgana

Dalang Fatmorgana

Dalam satu lakon atau kisah Pandawa ditipu dan dibuang ke dalam hutan oleh Kurawa. Dalam hati manusia, iblis selalu berusaha menjauhkan dan mengusir jauh-jauh kebenaran. Para Pandhawa yang sering menderita, dalam kenyataannya orang yang berdiri di jalan kebenaran seringkali harus menghadapi lebih banyak kerasnya hidup. Pada akhirnya Siapa pun tahu, dalam agama manapun selalu disebutkan bahwa kebenaran akan selalu menuai kemenangan. Hanya saja untuk mencapai kemenangan itu seringkali kita harus melalui banyak cobaan dan kesulitan. Dan tentu saja butuh banyak pengorbanan. Istilah Ki Dalang “Jer basuki mawa bea”

Baca entri selengkapnya »

« Older entries