FENOMENA HAMIL (KTD)

s40251551IBU PERTIWI MENANGIS

Hamil berasal dari bahasa Arab “hamala-yahmilu-hamlan kemudian menjadi hamiilan” yang berarti membawa, memuat, mengandung. Bagi pasangan suami isteri yang mendambakan kehadiran momongan kehamilan disambut dengan suka-cita. Semua ibu-ibu yang normal menginginkan anak sebagai penerus biologisnya. Hamil itu sebagai sunatullah kemanusiaan. Manusia sebagai makhluk ter-amanah-kan memiliki tanggungjawab untuk memakmurkan, memelihara bumi (Mamayu Ayuning Bawana). Tapi apa mau dikata ternyata ada makhluk Tuhan yang melakukan hubungan badan kemudian tidak mau menerima konsekwensinya. Korban janji gombal para lelaki yang tak bertanggung jawab itu kebanyakan dari kalangan pelajar dan mahasiswi. Setelah melahirkan, mereka menitipkan bayi di panti karena alasan dana dan aib. Fenomena semacam ini semakin meningkat dengan meningkatnya video-video porno, film-film, sinetron-sinetron yang mengumbar syahwat, para remaja putri yang berpakaian minim, membuka aurat mengikuti trend para selebriti, penjualan kondom secara bebas, free sex, control sangat lemah dan seterusnya.

Kita bahkan terhenyak ketika mendengar angka nasional sekitar 62 % remaja Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Dalam statistika bila angka melampui 50 % maka ditafsirkan sebagaian besar. Artinya sebagian besar remaja kita di Indonesia ini yang katanya mayoritas muslim telah melakukan perbuatan zina. ???????? Khabar yang lebih mengenaskan lagi, sekitar 2,5 juta wanita hamil melakukan aborsi tentunya dengan berbagai macam alasan, baik alasan medis, alasan malu hamil di luar nikah dan alasan masih ingin sendirian-bebas bagai kupu-kupu kertas (meminjam istilah Ebit.G.Ade dan kang rachedus). Angka ini belum termasuk aborsi yang dilakukan oleh dukun atau paraji di kampung-kampung.

FANTASTIS, BOMBASTIS, SPEKTAKULER….(kata temannya Tukul…..) MEMANG !!!!! Yang aku bayangkan, yang menjadi perenunganku Nantinya Indonesia akan diisi oleh generasi yang lahir bukan dari hubungan atau ikatan yang sah melalui lembaga pernikahan tetapi mereka yang akan mengisi negeri ini adalah generasi yang lahir dari hasil hubungan zina. Subhanalllah………….

Fenomena ini menarik, perubahan kultur sudah semakin kentara. Disamping diisi oleh generasi zina juga akan diisi oleh generasi hasil perkawinan campuran Indonesia dengan orang asing yang pada akhirnya akan membawa budaya,tradisi kelakuan mereka ke Indonesia…..Mending kalau yang dibawa kultur mental, etos kerja tetapi itu sebagai kecil saja. Yang Nampak dipermukaan adalah budaya westrn ( tahu sendiri kan glagatnya orang-orang asing itu……)

Pikiranku, lamunanku, bayanganku, renunganku tidak menemui jawaban ketika Negeri yang kita cintai ini akan dipenuhi oleh mereka……………tetapi kemudian aku tersadar dengan sabda Nabi “Kullu mauludin yuladu ‘alal fithroh….” Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitroh…..Tetapi aku miris lagi ketika dalam sabda nya itu dilanjutkan “orang tuanyalah yang membuat anak itu Yahudi, Nashroni atau Majusi”…..JAdi ternyata unsure lingkungan juga memegang peranan penting untuk membentuk karakter dan kepribadian termasuk lingkungan keluarga. Orang tuanya yang menganut paham freesex bukan tidak mungkin anak-anaknya juga akan memiliki pandangan yang sama atau minimal permissive dengan kondisi realitas interaksi pergaulan sosialnya…

Aku Titipkan Negeri Ini Kepadamu Wahai Generasiku Engkau Dididik bukan untuk menghadapi zaman ini Tetapi Engkau akan menghadapi Zaman Yang lebih Berat Tantangannya dari saat ini. Aku Teringat Rintihan NAbi Ya’kub Ketika beliau hendak meninggal dunia “Maa Ta’buduuna mim Ba’diii…..????? Apa yang Engkau Sembah Sepeninggalku ? Hari ini mungkin masih ada aku Saat ini mungkin masih ada ibu Tetapi sepeninggal kami Apa yang Engkau sembah Nak???…….. Robbana hablana min azwajina, wa dzuriyatina qurota a’yun Waj’alnaa lil mutaqinaa imamaa….Amiiin !!! Allah lah Yang Maha Pengatur Segalanya……Aku hanya bisa merenung dan berusaha membagi renungan ini kepada teman-teman. Wallahu A‘lam Bi Murodihi (Allah Yang Tahu akan KehendakNYA)

6 Komentar

  1. racheedus said,

    April 28, 2009 pada 5:19 am

    “Maa Ta’buna mim Ba’diii…?
    Perasaan, ada yang kurang deh. Bukannya, Maa ta’buduuna mim ba’di?

    Sorry, aku belum sempat membereskan tulisanku tentang daftar bintang porno yang mati mengenaskan itu. Masih acak-acakan. Mudahan beberapa hari ke depan, bisa kuposting di blog.

  2. ibrohimnaw said,

    Juni 23, 2010 pada 6:42 pm

    AKU adalah AKU, aku pikir Aku bukan KAmu apalagi Dia………Sejujurnya Aku bilang AkU sema sekalu bukan KAMU…..JIKA itu yg KAmu minta MOHON maaf AKU belum bisa jadi PACAR….KArena KAmu cuman bermanis kata….Salam kenal dari AKU….!!

  3. ibrohimnaw said,

    Juni 23, 2010 pada 6:44 pm

    Sepertinya bEGITU….SILAHKAn dibolak-balik lagi rrasa cinta KAmu ama dia….seperti ada sesuatu yang kurang diluruskan….SAlam..!!

  4. ibrohimnaw said,

    Juli 4, 2010 pada 4:32 am

    makasih atas kommentarnya semoag bermanfaat, maaf balasnya rada telat soalnya rada jarang buka blog, sebab sekarang teman2 lebih cepat di FB an aja….padhal lebih eksplo di blog bukan….makasih atas komment2nya …aku tunggu…!!

  5. Dinur said,

    April 3, 2011 pada 4:18 am

    Kuntum khoiro ummatin
    ukh rijat linnas ta’muruuna bil ma’ruf watanhauna anil munkar

  6. ibrohimnaw said,

    Mei 21, 2011 pada 4:03 am

    begtiualh rupanya yang tertulisaan dalam sabda langit


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: