TADABBUR LIL ALAM

TAMASYA ‘IDUL FITRI
IRMAS DAN PETANI MASYARAKAT CIKEDUNG-INDRAMAYU
KE WADUK JATIGEDE-SUMEDANG

DSCF7060
Hari Ahad, tanggal 27 September Ikatan Remaja Masjid Al-Husna dan Masyarakat Petani Desa Cikedung kabupaten Indramayu mengadakan kegiatan pasca ’Idul fitri dengan jalan-jalan sebagai bentuk tadabur lil alam. Lokasi tempat tadabur lil alam (mengkaji dan merenungi alam sebagai ciptaan Allah) pada tahun ini adalah Pembangunan Bendungan Jatigede yang terletak di kabupaten Sumedang. Kegiatan ini diikuti pula oleh pengurus DKM Al-Husna yang terdiri dari Ketua (Al-Ustadz Ibrrohim Nawawi,S.Ag,M.PdI), Sekertaris (H.Suratno Sukarja, S.Ag.M.Si) dan bendahara (H. Maulana dan H. Shamad) dan sejumlah pengurus Irmas sebanyak 15 orang dan beberapa tokoh masyarakat.

DSCF7085

Kegiatan kunjungan ini bermaksud sebagai bentuk perenungan terhadap ayat-ayat Allah berupa pegunungan, pengairan dan bertujuan pula untuk mengetahui proses pembangunan Bangunan yang katanya sedang di bangun sehingga diharapkan dari pembangunan ini Indramayu sebagai salah satu gudang beras Nasional akan terjaga sepanjang masa sampai ke anak cucu. Karena masyarakat petani tidak ada lain yang diharapkan adalah tersedianya air untuk pengairan sawah sebagai mata pencaharian yang pokok.

Rombongan berangkat pada pukul 6.00 dan sampai di lokasi tepat pukul 8.30. Sungguh perjalanan yang sangat mengesankan, dengan menggunakan mobil bak terbuka sambil menghirup udara segar pegunungan, melalui hutan Indramayu yang sudah gundul dan pegunungan yang botak. Sesampainya di lokasi oleh Satpam tidak diperbolehkan masuk karena pembangunan sudah dimulai semanjak memasuki masa kerja setelah liburan Lebaran. Namun karena rombongan terdiri dari Irmas, para petani dan tokoh masyarakat yang ingin melihat secara langsung pembangunan bendungan Jatigede rombongon diperbolehkan masuk sampai di Kantor PU yang berada di lokasi Bendungan. Kami ditemui oleh karyawan PU yang kebetulan kebagian piket dan bisa mendapatkan informasi yang cukup lengkap.

Latar belakang pembangunan waduk Jatigede terungkap sebagai berikut:

· Fluktuasi Debit di sungai Cimanuk yang tercatat di Bendung Rentang sngat besar: Q max = 1.004 m3/det ; Q min = 4 m3/det, ratio = 251

· Lahan kritis DAS (Daerah Aliran Sungai) Cimanuk pada saat ini telah mencapai lebih 110.000 Ha atau sekitar 31 % dari luas DAS Cimanuk.

· Potensi air sungai Cimanuk di Rentang rata-rata sebesar 4,3 milyar m3/th dan hanya dimanfaatkan 28 % saja, sisanya terbuang ke laut karena belum ada waduk

· Sistem Irigasi Rentang Seluas 90.000 Ha sepenuhnya mengandalkan pasokan air dari sungai Cimanuk (River runoff) sehingga pada musim kemarau selalu mengalami defisit air irigasi yang mengakibatkan kekeringan.

· Disamping iu di wilayah hilir sungai Cimanuk (Pantura CIAYU) pada musim kemarau telah pula terjadi krisis ketersediaan air baku untuk keperluan domestic, perkotaan dan industri

· Waduk Jatigede perlu segera dibangun guna mengatasi krisis air tersebut, baik untuk menjamin ketersediaan air irigasi Rentang maupun air beku untuk wilayah pantura CIAYU.

Rencana pembangunan waduk ini sebenarnya sudah digagas semenjak tahun 1963 kemudian ditindaklanjuti dengan beberapa studi dan detail design. Kegiatan pembangunan fisik yang telah dilkasanakan sampai saat ini berupa

  1. Pembangunan infrastruktur reseptlement Jatigede di 12 lokasi
  2. Pembangunan basecame dan
  3. Pembangunan Accesroad Tolengas Jatigede

Pembangunan terowongan pengelak (diversion tunnel) direncanakan akan dimuai pada pertengahan tahun 2008 dan sekarang sedang berlangsung pembangunan tersebut

Strategi pelaksanaan pembangunan meliputi:

  • Pembangunan waduk Jatigede diutamakan untuk meningkatkan produksi padi dengan memanfaatkan semaksimal mungkin jaringan irigasi yang telah ada (Sistem irigasi Rentang).
  • Irigasi merupakan primary benefit, sehingga volume waduk didasarkan pada kebutuhan air irigasi
  • Tenaga listrik merupakan secondary benefit sehingga pelepasan debet air dari waduk didasarkan pada kebutuhan air untuk irigasi
  • Pelaksanaan Pembangunandibagi menjadi 2 tahan:

Tahap I : Pembnagunan waduk Jatigede

Tahap II : Pembangunan PLTA

Adapun pembebasan lahan sampai tahun 2008 harus sudah dibebaskan seluas 4,931 Ha, masih tersisa 1,348 Ha denan rincian ; lahan milik rakyat 174 ha dan lahan milik negara (kehutanan) 1,174 ha. Sedangkan penduduk yang belum pindah sampai tahun 2008 sebanyak 2.775 KK, sebagian besar sudah menerima uang pembebasan lahan, namun belum pindah dengan alasan menunggu kepastian pembangunan fisik waduk Jatigede.

Jadwal pembangunan direncanakan memerlukan waktu normal 69 bulan (sekitar 5 tahun) sehingga masih tersedia waktu untuk pembebasaan lahan dan pemindahan penduduk dalam waktu yang bersamaan dengan pembangunan fisik waduk.

Pembangunan PLTA Jatigede dapat dilaksanakan bersamaan atau setelah waduk Jatigede selesai dibangun.

Pembangunan waduk ini diharapkan tidak hanya menghabiskan dana trilyunan namun juga kemanfaatannya harus lebih besar untuk kepentingan rakyat. Wilayah CIAYUMAJAKUNING (Cirebon-Indramayu,Majalengka, Kuningan) bahkan sampai daerah Jawa Tengan, Brebes-Losari akan mendapatkan manfaat dari pembangunan waduk ini.

Perjuangan tokoh pendiri Indramayu Raden Arya Wiralodra untuk mencari muara kali Cimanuk dengan menelusuri Daerah Aliran Sungai Cimanuk akan menuai hasil dengan dibangunnya waduk ini sehingga diharapkan Indramayu sebagai ”Nagari tata tentrem kartaraharja, gemah ripah loh jinawi” akan semakin terwujud dengan assumsi menjadi gudang beras Nasional sampai ke anak cucu.

DSCF7060

2 Komentar

  1. ibrohimnaw said,

    Juni 23, 2010 pada 6:38 pm

    Insya Allah…didukung dengan SDM Indramyu yang semakin hari semakin berkualitas menjadikan Indramayu kan lebih baik…WBW-WBW, teman FB ku juga menjadi salah satu andil utk bersama2 menjadi manusia yang bermanfaat sehingga kehadiran kita menjadi catatan sejaran yang akan dikenang samapai anak cucu….Amiin..MAAF balasnya terlambat…ngurusi FB aja..xixixixixi…..

  2. ibrohimnaw said,

    Juli 4, 2010 pada 4:38 am

    Ooooh iya betul itu…dengan berjalannya waktu maka akan dperlihatkan oleh Allah siapa yang paling bak amalnya bukan ” Linabluwakun..” menjadi barometer kwualitas hamba kepada Al-Kholiq….memnfaatkan fasilitas Allah berupa SDA merupakan fungsi kemakhlukan yang berdimensi “Kholifatullah”…Insya Allah….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: